Nema-ye Nazdik (Close-Up): Peran Menawan Hossain Sabzian

closeup

“When spite comes along, art dons a veil”

Seni akan bersembunyi seiring hadirnya dengki, ucap Hossain Sabzian saat membela diri. Kejadian yang mustahil dapat diulangi, dan Kiarostami menemukannya dengan jeli.

Hossain Sabzian adalah seorang duda beranak dua yang bekerja di pabrik percetakan dengan pendapatan pas-pasan. Bahkan ia bercerai karena itu yang menjadi alasan. Lebih dari itu, ia adalah seorang pencinta sinema. Baginya, film adalah representasi bagi perjuangan masyarakat yang satu strata sosial dengannya. Saat membaca buku naskah film favoritnya, The Cyclist, ia bertemu dengan Nyonya Ahankhah, yang mengiranya sebagai Mohsein Makhmalbaf, sutradara buku yang ia baca. Menganggap itu sebagai kesempatan untuk bermain peran, ia lantas lanjut berpura-pura.

Continue reading

Days of Being Wild: Serangkai Kisah Kasih Tak Sampai

vlcsnap-error655.png

Dalam upaya menuju sesuatu yang dikejar, terkadang kita acuh akan apa yang terjadi di sekitar. Tenggelam dalam fokus hingga ego menjadi sentral dan menganggap faktor lain seolah residual.

Dalam Days of Being Wild, keterpusatan ego berada pada karakter Yuddy (Leslie Chung), seorang playboy pasif agresif yang karakteristiknya berada di garis tipis antara angkuh dan acuh. Interaksinya dengan dua wanita sebaya, So Li Zhen (Maggie Cheung), seorang penjual tiket di stadion sepakbola dan Mimi (Carina Lau), seorang penari di klub malam, terjadi pada momen yang tidak tepat. Setidaknya bagi Yuddy. Keduanya hanyalah pemalingan atas keterusikan oleh rasa penasaran akan kehadiran sosok yang berasal dari kabar yang disampaikan oleh ibu – yang atas konsekuensi kabar itu hanyalah ibu – angkatnya (Rebecca Pan).

Continue reading