Lebassi Baraye Arossi (A Wedding Suit): Lambang Kelas dalam Setelan Jas

wedding-suit

Dinamika yang terjadi pada usia pra-remaja adalah salah satu momen yang berkesan dalam kehidupan. Kiarostami mengemasnya dalam kerangka kelas pekerja Iran di dekade 1970-an.

Ini adalah film ketiga Kiarostami yang merupakan buah kerjasama dengan Institute for the Intellectual Development of Children and Young Adults (IIDCYA) yang biasa disebut dengan Kanoon. Kendati begitu, nilai pendidikan yang lekat di dua film sebelumnya justru tidak terasa dominan dalam film ini. Pun, kesan yang sama terjadi pada pesan moral yang tidak terpampang gamblang.

Adalah Mamad (Mohammad Fassih), pemuda tanggung yang magang di tempat makan di salah satu kompleks sandang lokal di daerah urban Iran, berteman dengan dua pemuda lainnya, Hossein (Mehdi Nekoueï), yang magang di tempat garmen, dan Ali (Massoud Zand), yang magang di tempat penjahit jas. Mamad merupakan karakter yang keras, hobi berkelahi, bahkan sesekali kerap berbohong, Bahkan, ia disebut sebagai seorang penggertak yang intimidatif oleh Hossein, yang kerap jadi korbannya. Singkat cerita, keduanya hendak meminjam jas yang baru saja dipesan di tempat magang Ali. Ali yang enggan meminjamkan ke Mamad, hanya mengiyakan keinginan Hossein untuk meminjam, tanpa mengetahui gertakan dari Mamad ke Hossein di belakangnya.

Continue reading