Elle: Daif namun Manipulatif

Elle.gif

Shame isn’t a strong enough emotion to stop us from doing anything at all

— Michèle Leblanc

Michèle Leblanc (Isabelle Huppert), wanita paruh baya dengan kelas sosial menengah ke atas yang tinggal seorang diri, mengalami kejadian tidak mengenakkan. Ia secara tiba-tiba diserang dan diperkosa oleh seorang lelaki tak dikenal yang masuk ke rumahnya. Masa lalu buram saat berurusan dengan polisi, membuatnya enggan melaporkannya. Tanpa tedeng aling, ia mulai mencari satu per satu lelaki yang sekiranya dapat jadi tersangka utama.

Continue reading

Advertisements

The VVitch: Menyihir yang Tahir

the-vvitch

Wouldst thou like to live deliciously? Wouldst thou like to see the world?

Jamak film menyertakan karakter penyihir tua jahat dalam alur ceritanya. Entah itu dalam film fantasi klasik di The Wizard of Oz, fantasi kontemporer dalam The Witches, hingga tentunya film yang menakutkan semacam Drag Me to Hell. Kehadirannya yang kerap disinggung hingga sekarang kerap memunculkan tanya, sekadar mitos, hasil distorsi sejarah, atau memang nyata adanya. Robert Eggers kemudian maju meluruskan kesimpangsiuran ini dalam film karyanya.

Berlatar tahun 1630 di kawasan koloni New England, satu keluarga mesti pindah dari tempat tinggal mereka dari wilayah perkebunan milik kaum puritan karena diusir oleh pihak gereja. William (Ralph Ineson), sebagai kepala keluarga, memutuskan untuk mengajak serta keluarganya pindah ke kawasan pinggiran hutan. Malangnya, tak lama anak bungsu mereka yang masih bayi menghilang saat dalam pengawasan anak sulung mereka, Thomasin (Anya Taylor-Joy). Peristiwa yang rupanya mengawali rangkaian peristiwa musykil yang hadir di sekitar Thomasin.

Continue reading

Forushande (The Salesman): Renjana Membawa Nestapa

forushande

Kita tidak pernah tahu kapan peristiwa buruk akan melanda nasib kita. Percuma pula menanti dan mustahil mengelak bila ia tiba. Maka tak heran, kehadirannya kerap ditafsirkan sebagai ujian. Sebab hanya dalam jeruji uji, karakteristik sebenarnya seseorang akan nampak, jika bukan kian.

Akibat proses konstruksi apartemen yang fatal, Emad (Shahab Hosseini) dan Rana (Taraneh Alidoosti), sepasang suami istri yang juga pelaku seni drama teater mesti berpindah ke apartemen baru. Babak (Babak Karimi), lawan main mereka di pentas terbarunya yang berjudul The Death of a Salesman, menawarkan opsi tersebut. Tanpa mengetahui reputasi buruk wanita penghuni sebelumnya yang masih menyimpan barang-barang milik di salah satu bilik, keduanya menyerahkan sepenuhnya kepercayaan kepada Babak. Hingga tak lama, sebuah insiden yang menimpa Rana menggiring buncahan emosi Emad untuk berinisiatif menyibak.

Continue reading

The Handmaiden: Kepingan Intrik dalam Mozaik

the-handmaiden

Selaras dengan reputasi yang telah dibangunnya dalam Vengeance Trilogy, Park Chan-wook kembali hadir dengan film beraliran psychological thriller dalam sematan berahi. Dalam The Handmaiden, ia membalut intrik, menyandingkannya dengan desain produksi yang apik, dan dengan narasi multiperspektif yang unik, ia kulik. Tentu saja, dengan ciri khasnya sebagai sutradara, selalu ada unsur yang oleh karakter utama tidak mampu ditampik.

Di era kependudukan Jepang di Korea Selatan, seorang penipu ulung yang memiliki nama palsu Fujiwara (Ha Jung-woo), merekrut seorang pencopet yang tinggal di rumah penadah sekaligus toko perak, Sook-Hee (Kim Taer-ri). Ia hendak dijadikan pelayan baru yang melayani kebutuhan pribadi Nona Hideko (Kim Min-hee), seorang ahli waris perempuan ‘polos’ yang dipingit oleh pamannya yang cabul, Kouzuki (Jo Jin-woong). Rencana awalnya, Fujiwara akan mempersunting Hideko dan dengan bantuan Sook-Hee, melibas harta warisannya. Tanpa seorang pun duga, konspirasi yang tertata dengan rapi, justru terintervensi urusan hati.

Continue reading

Nocturnal Animals: Menghalusi Alusi

Nocturnal Animals.gif

When you love someone, you have to be careful with it. You might never get it again.”                     –  Edward Sheffield

Kendati sempat dibuka dengan adegan yang tidak lazim maupun relevan, Nocturnal Animals menyajikan narasi penceritaan yang lumayan menjanjikan. Hati-hati memperlakukan hati, barangkali itu yang hendak Tom Ford, selaku sutradara, hendak kemukakan sebagai inti. Salah-salah, olehnya kita bisa dibuat mati.

Itu yang disadari oleh Susan (Amy Adams) saat menerima paket berisi naskah final novel buatan mantan suaminya hampir dua puluh tahun yang lalu, Edward Sheffield (Jake Gyllenhaal). Halaman demi halaman tulisan yang ia telan dalam tiap malam yang ia lalui sebagai pengidap insomnia akut, ia anggap sebagai sebuah ancaman simbolis atau skenario pembalasan dendam. Dendam akan masa lalu keduanya, saat mengakhiri hubungan.dengan cara yang tidak mengenakkan.

Continue reading