Loving: Menyelaras Cinta Antar-Ras

loving

Mildred: “I’m pregnant.”

Richard: “Good. That’s real good.”

Hingar bingar persoalan diskriminasi antar-ras yang terjadi di Amerika Serikat (AS), merupakan diskursus kontemporer yang tak kunjung selesai. Belakangan, sentimen ini kian mencuat melalui maraknya tema perfilman negeri sana yang mengusung emansipasi ras Afrika-Amerika. Memanfaatkan momentum serupa, Jeff Nichols mengambil keuntungan dari isu yang mencuat ini dengan mengambil irisan yang mempersatukan, bukan saling memencilkan: cinta.

Richard Loving (Joel Edgerton) dan Mildred ‘Bean’ Jeter (Ruth Negga) adalah dua sejoli berbeda ras yang tinggal di Caroline County, negara bagian Virginia. Cintanya yang berbuah kehamilan Mildred, menjadi alasan keduanya untuk melangsungkan pernikahan. Tinggal di negara bagian yang belum melandasi konstitusi pernikahan berlatar belakang perbedaan warna kulit, di negara bagian Washington ikrar keduanya digamit. Meski keduanya memahami bahwa pilihan itu akan menimbulkan konsekuensi yang rumit.

Continue reading

Advertisements

Nema-ye Nazdik (Close-Up): Peran Menawan Hossain Sabzian

closeup

“When spite comes along, art dons a veil”

Seni akan bersembunyi seiring hadirnya dengki, ucap Hossain Sabzian saat membela diri. Kejadian yang mustahil dapat diulangi, dan Kiarostami menemukannya dengan jeli.

Hossain Sabzian adalah seorang duda beranak dua yang bekerja di pabrik percetakan dengan pendapatan pas-pasan. Bahkan ia bercerai karena itu yang menjadi alasan. Lebih dari itu, ia adalah seorang pencinta sinema. Baginya, film adalah representasi bagi perjuangan masyarakat yang satu strata sosial dengannya. Saat membaca buku naskah film favoritnya, The Cyclist, ia bertemu dengan Nyonya Ahankhah, yang mengiranya sebagai Mohsein Makhmalbaf, sutradara buku yang ia baca. Menganggap itu sebagai kesempatan untuk bermain peran, ia lantas lanjut berpura-pura.

Continue reading