Elle: Daif namun Manipulatif

Elle.gif

Shame isn’t a strong enough emotion to stop us from doing anything at all

— Michèle Leblanc

Michèle Leblanc (Isabelle Huppert), wanita paruh baya dengan kelas sosial menengah ke atas yang tinggal seorang diri, mengalami kejadian tidak mengenakkan. Ia secara tiba-tiba diserang dan diperkosa oleh seorang lelaki tak dikenal yang masuk ke rumahnya. Masa lalu buram saat berurusan dengan polisi, membuatnya enggan melaporkannya. Tanpa tedeng aling, ia mulai mencari satu per satu lelaki yang sekiranya dapat jadi tersangka utama.

Pencarian ini terjadi di tengah persoalan lain yang mengelilingi kehidupannya sehari-hari. Richard Casamayou (Charles Berling), mantan suaminya yang kini masih akrab ia temani, melanggar ‘kode etik perkencanan’ pascacerai, sementara ibu kandungnya Irène (Judith Magre) yang berusia uzur tanpa rasa malu berkeinginan untuk menikah lagi dengan pasangannya yang bau kencur. Di selang kecurigaannya pada Kurt (Lucas Prisor), salah satu pegawai perusahaan video game yang ia pimpin bersama Anna (Anne Consigny), sahabat karibnya semenjak kuliah, perselingkuhannya dengan Robert (Christian Berkel), suami Anna terus berlanjut. Vincent (Jonas Bloquet), anak kandungnya yang hidup dengan segala keterbatasan sebagai pekerja di restoran cepat saji dengan kekasih yang berwatak degil, pun turut menambah kerumitannya dengan permintaan untuk menjadi penjamin di apartemen yang hendak mereka sewa.

Dipantau sekilas dari premisnya, Elle memang merupakan tipikal film yang sangat cocok dengan Paul Verhoeven. Tentunya jika merujuk film terdahulunya yang berkemiripan dengan film ini: Basic Instict. Meminjam salah satu dialog Michèle, film yang disadur dari novel karya Phillipe Djian berjudul Oh… ini kian menahbiskan Verhoeven dengan gayanya yang ‘grotesque.’ Tidak dalam konotasi negatif, tentu. Alur penceritaan yang distortif namun tetap berpusat kepada ruwetnya seorang karakter Michèle yang diperankan dengan mapan oleh Isabelle Huppert, menjadi alasan.

Distorsi ini sebetulnya tidak untuk menutup salah satu keterangan penting dalam film ini untuk kemudian disibak di belakang. Akan tetapi, keterangan tersebut kemudian menjadi landasan, mungkin lebih tepatnya justifikasi, atas keruwetan watak Michèle seorang. Ia pun rupanya masih menjadikan masa lalunya yang kelam itu sebagai rantai yang mencekalnya, yang selama 40 tahun belakangan ia tempatkan seperti kaca spion yang enggan ia lirik. Kekontrasan yang tampak terasa saat memperlakukan burung pipit yang tengah dilanda kesekaratan.

Sedikit menggunakan unsur neo-noir di dalamnya dan sekelebat elemen Rear Window di antaranya, Elle memiliki tulang punggung karakter yang solid dalam diri Michèle yang manipulatif. Sekalipun dilapisi kulit karakteristik persona yang cenderung daif.

Elle (2016) | Sutradara: Paul Verhoeven | Durasi: 131 Menit | Pemeran: Isabelle Huppert, Laurent Lafitte, Anne Consigny, Charles Berling, Virginie Efira, Judith Magre, Christian Berkel, Jonas Bloquet, Alice Isaaz, Vimala Pons, Raphaël Lenglet, Arthur Mazet, Lucas Prisor.

Rating4stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s