Under the Shadow: Merajam Seram

Under the Shadow.gif

You know, if they take a personal belonging, something that you treasure, then there’s no escape from them.”

Amat jarang dalam sebuah film beraliran horror menjadikan sosok jin sebagai karakter yang ditakuti. Di negara berpenduduk mayoritas Islam sekalipun seperti Indonesia, film beraliran sejenis paling-paling hanya memunculkan karakter hantu yang banyak terpengaruh dengan mitos lokal. Film yang berasal dari Iran ini menawarkan pendekatan dan topik yang seru, tanpa menafikan pentingnya alur sekunder yang membuka cakrawala baru.

Shideh (Narges Rashidi), yang belum lama ditinggal meninggal oleh ibunya mesti menghadapi kenyataan bahwa cita-cita – yang diidamkan ibunya – untuk menjadi seorang dokter mesti pupus. Masa lalunya yang partisan pada pihak yang menentang Revolusi Islam di Iran, menjadi pemutus. Di tengah suasana kekecewaan, suaminya, Iraj (Bobby Nadery) yang berprofesi sebagai dokter mesti dipindahtugaskan sebagai konsekuensi peperangan antara Iran dan Irak di kawasan teluk. Dalam suasana perang yang berkecamuk, ia dan putrinya, Dorsa (Avin Manshadi) mulai diganggu oleh sesosok jin yang mengajuk.

Pertemanan sang anak dengan Mehdi (Karam Rashayda), keponakan pemilik apartemen yang baru saja ditinggal meninggal orang tuanya akibat dibunuh, mengawali. Anak pendiam yang hanya mau membuka diri ke Dorsa melalui bisikan, memperingatkan yang bersangkutan akan hadirnya sosok jin yang memarani. Kehadiran sang jin dengan intensitas yang renggang, kian rapat seiring seringnya suara-suara kesiap yang membuat tegang. Salut berlebih mesti diberikan ke tim penata suara yang mampu mengatur jalannya tensi dengan menyelinginya dengan kejutan-kejutan yang membuat cengang.

Babak Anvari secara ringkas – hanya 84 menit durasi – dan lugas bisa memapatkan aliran yang jarang diusung film berlatar negeri Persia. Secara teknis film ini memang diproduksi oleh perusahaan produksi – bahkan hampir dipilih sebagai film berbahasa asing untuk mewakili – Inggris dan proses syuting juga dilaksanakan di Jordania, sehingga memperoleh keleluasaan untuk mencatut sudut pandang lain perihal revolusi yang serau dipotret dari dalam. Meski mengingatkan akan A Girl Walks Home Alone at Night, tapi Under the Shadow lebih lantang menyampaikan kritik akan rezim di Iran. Sedari awal, Babak telah menekankan bahwa revolusi yang terjadi memberikan dampak di bermacam sektor, mulai dari politik hingga budaya mulai mengalami transisi. Kegagapan beberapa pihak akan masa peralihan ini ditambah dengan beban eksternal yang lumayan panjang: perang.

Shideh tentunya mewakili mereka yang gagap transisi ini. Penolakan pihak universitas untuk mengizinkannya melanjutkan studi berkat latar belakang politiknya yang condong ke radikal kiri. Ia yang degil, mendobrak dan menabrak hampir segala aspek yang diatur pascarevolusi: cara berpakaian, kecenderungan terhadap – produk-produk – Amerika Serikat, budaya patriarki di rumah sendiri, hingga yang kecil sekalipun: minum dengan tangan kiri. Tentunya ini berbanding lurus dengan pandangan skeptis – cenderung tak percaya – dirinya akan keberadaan jin. Pandangan yang diperkuat tetangganya yang sepemikiran dengannya, Ny. Fakur (Soussan Farrokhnia), namun disanggah oleh pemilik apartemen yang konservatif Ny. Ebrahimi (Aram Gashemy).

Kendati kadar protes gamblang akan rezim negeri kelahirannya nampak sangat kental, bukan berarti Under the Shadow kehilangan identitas dan intensinya sebagai sebuah film menyeramkan. Babak mampu melancarkan kritik satire dan aspirasinya tetap dalam koridor pendukung alur cerita secara proporsional. Menyandingkan cela karakter utama dengan syarat mencapai kondisi kompromi menjadi bukti; mengaitkan dan membenturkannya dengan iman amatlah sakti.

Under the Shadow (2016) | Sutradara: Babak Anvari | Durasi: 84 Menit | Pemeran: Narges Rashidi, Avin Manshadi, Bobby Nadery, Arash Marandi, Aram Gashemy, Soussan Farrokhnia, Ray Haratian, Hamid Djavadan, Karam Rashayda.

Rating4stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s