Manchester by the Sea: Memungkiri Perih tak Terperi

manchester-by-the-sea

Barangkali solusi paling sederhana untuk kerumitan persoalan yang dialami adalah dengan mengasingkan diri. Apalagi yang terjadi telah terjadi, tanpa ada sebersitpun kemungkinan untuk rekonsiliasi. Ini yang terjadi pada Lee Chandler (Casey Affleck), pribadi penyendiri penutup diri yang terjerembap di pusara masa lalu oleh sebuah tragedi.

Ia yang berprofesi sebagai pembersih di sebuah apartemen di Boston, Massachusetts, mesti kembali ke kota kelahirannya di 40 km sebelah utara, Manchester-by-the-sea akibat meninggalnya sang kakak, Joe Chandler (Kyle Chandler). Keengganan yang tampak di raut wajahnya kian jelas saat ia diamanahkan untuk mengasuh sang keponakan, Patrick (Lucas Hedges), hingga mencapai usia dewasanya. Sembari mengatur proses pemakaman, keduanya yang berbeda kehendak mulai saling berkompromi seiring pertemuannya dengan kepahitan di masa lalu masing-masing.

Ini menjadi film ketiga yang disutradarai oleh Kenneth Lonergan. Di usianya yang hampir kepala enam, karirnya yang lebih banyak diisi sebagai penulis naskah ini memang kelihatan tidak begitu produktif. Biarpun begitu, ketiga filmnya selalu berhasil memberikan kesuksesan baginya. Film pertamanya, You Can Count on Me, berhasil meraih nominasi naskah terbaik di Oscar. Margaret, meski tidak mampu menyamai, tetap dipandang sebagai salah satu dari seratus film terbaik di abad ini. Kualitas akting Anna Paquin yang menakjubkan dengan cerita yang cukup sederhana menjadi nilai lebih tersendiri.

Resep inilah yang kembali diteruskan oleh Lonergan dalam Manchester by the Sea. Kedalaman akting dari para karakter utama – terutama Casey Affleck dan Michelle Williams – yang berkelindan dengan perlahan dan mengejutkan, mampu menguak kisah masa lalu yang lirih. Apresiasi tersendiri patut dihaturkan kepada Casey, yang dengan kualitasnya kali ini mampu melepaskan dirinya dari belenggu nama kakak kandungnya. Lucas Hedges pun demikian. Kecakapannya dalam menyepuh pribadi yang rapuh dengan kepribadian yang – terlihat – teguh, amat menjanjikan.

Alur cerita yang berstruktur non-linier juga sangat memfasilitasi tersibaknya satu-satu plot yang berceceran. Sosok Casey yang di adegan memancing dengan keponakannya sewaktu kecil terlihat amat ramah dan supel, kontradiktif dengan sewaktu ia menjadi tukang pembersih kemudian. Sekalipun saya menilai momentum peletakan alur krusial – yang dengan cerdas disandingkan dengan Adagio per archi e Organo in Sol minore karya Tomaso Albinoni yang menjadi tulang punggung adegan emosional di film ini – kurang akurat, hal ini dikompensasi oleh pertemuan – yang juga tak kalah emosional – antara Lee dengan Randi (Michelle Williams), mantan istrinya.

Premis yang dipilih oleh Lonergan, meski teramat sederhana, tapi teramat mampu menjerat empati dari para penyimak. Derajat emosi yang lebih mencekat ketimbang Arrival, yang sedikit banyak memiliki inti cerita serupa, membuat perasaan serasa turut terkoyak.

Manchester by The Sea (2016) | Sutradara: Kenneth Lonergan | Durasi: 138 Menit | Pemeran: Casey Affleck, Kyle Chandler, C.J. Wilson, Gretchen Mol, Lucas Hedges, Michelle Williams, Kara Hayward, Anna Baryshnikov, Heather Burns, Kenneth Lonergan.

Rating4,5stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s