Nocturnal Animals: Menghalusi Alusi

Nocturnal Animals.gif

When you love someone, you have to be careful with it. You might never get it again.”                     –  Edward Sheffield

Kendati sempat dibuka dengan adegan yang tidak lazim maupun relevan, Nocturnal Animals menyajikan narasi penceritaan yang lumayan menjanjikan. Hati-hati memperlakukan hati, barangkali itu yang hendak Tom Ford, selaku sutradara, hendak kemukakan sebagai inti. Salah-salah, olehnya kita bisa dibuat mati.

Itu yang disadari oleh Susan (Amy Adams) saat menerima paket berisi naskah final novel buatan mantan suaminya hampir dua puluh tahun yang lalu, Edward Sheffield (Jake Gyllenhaal). Halaman demi halaman tulisan yang ia telan dalam tiap malam yang ia lalui sebagai pengidap insomnia akut, ia anggap sebagai sebuah ancaman simbolis atau skenario pembalasan dendam. Dendam akan masa lalu keduanya, saat mengakhiri hubungan.dengan cara yang tidak mengenakkan.

Selaku pemilik galeri yang sedang mengalami paceklik karir dan gejala ketidakharmonisan keluarga, bingkisan tadi seakan menjadi penyegar malam-malamnya yang suntuk. Suaminya (Armie Hammer), jarang hadir di rumah bahkan saat penyelenggaraan pameran di galeri yang ia danai. Maka tak heran, kesendirian ditambah novel mencekam dengan rasa personal diterjemahkan sebagai ancaman olehnya. Ancaman ini ia rasakan keseriusannya saat para karakter utama di novel tersebut banyak memiliki karakteristik yang sama dengan keluarganya saat ini. Dari yang nyata terpancar, seperti kesamaan warna rambut, hingga yang samar, yakni kesamaan usia – hingga pose tidur – putrinya.

Ini menjadi film pertama dari dua film Amy Adams di tahun 2016 yang menggunakan teknik narasi non-linier serta menyertakan aspek metanarasi, selain Arrival tentunya. Bedanya, film tersebut menggunakan keduanya dalam narasi yang terintegrasi, sementara Nocturnal Animals memisahkannya dalam sorot balik masa lalu dari perspektif Susan dan cerita di dalam novel yang ia baca. Dalam novel itu, bagi Susan, personanya terwakili oleh sosok Laura Hastings (Isla Fisher), yang bersama anaknya, India (Ellie Bamber) dan suaminya Tony (juga Jake Gyllenhaal). Dihadangnya mereka oleh tiga pemuda yang dikomandoi oleh Ray Marcus (Aaron Taylor-Johnson), berujung pada tragedi kematian anak dan istrinya yang membuat Tony mesti berurusan dengan Sheriff Bobby Andes (Michael Shannon).

Pasif Agresif

Berbeda dengan film bernuansa balas dendam, seperti Vengeance Trilogy karya Park Chan-wook dan I Saw the Devil dari Korea Selatan maupun yang ekstrem seperti Kill Bill-nya Tarantino, film ini tidak banyak dihiasi oleh lumuran darah. Seperti yang dilambangkan dengan terlukanya ujung jari telunjuk Susan saat membuka surat dalam bingkisan novel, hanya sejumput darah yang memang nampak di layar. Bisa dibilang, gaya pembalasan dendam yang Tom Ford sampaikan sangatlah halus, tetapi mengena bila yang dituju memang wanita – dengan kadar sensitivitas perasaan yang teramat beda. Ini yang menarik. Ambisi Edward di dunia literasi yang dipertanyakan – dan menjadi alasan bagi perginya – Susan dan skandal yang bagaikan tangga yang menimpa kejatuhan Edward, dikemas dalam sindiran di dalam sindiran.

Di sini peran Aaron Taylor-Johnson sebagai Ray Marcus menjadi integral. Peran yang secara menakjubkan ditampilkan oleh Aaron sebagai sosok yang impulsif, konfrontatif, dan intimidatif ini sebenarnya lebih dominan ketimbang Michael Shannon yang justru berhasil menggondol nominasi Piala Oscar. Ray Marcus sendiri adalah perlambangan sindiran kedua tentang skandal tadi. Pesan yang sepertinya sudah disadari sendiri oleh Susan, kian terbukti saat ia hendak mengonfirmasi.

Pola balas dendam pasif agresif ini tentunya merupakan kebaruan yang menjadi magnet alasan ketertarikan untuk menyaksikan film ini – paling tidak, sekali – terlepas dari plot yang masih compang camping. Biar bagaimanapun, tema pembalasan dendam tetap tema klise yang memiliki banyak pelanggan. Because revenge is a dish best served – passive aggressively and allusively – cold.

Nocturnal Animals (2016) | Sutradara: Tom Ford | Durasi: 116 Menit | Pemeran: Amy Adams, Jake Gyllenhaal, Michael Shannon, Aaron Taylor-Johnson, Isla Fisher, Ellie Bamber, Armie Hammer

Rating4stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s