Arrival: Iba seorang Ibu

arrival

Language is the foundation of civilization. It is the glue that holds the people together. It is the first weapon drawn in a conflict.

Bahasa adalah senjata bermata dua. Arrival, yang menceritakan tentang alien yang menginvasi tanpa permisi dan basa-basi, menekankan pada kalimat tersebut. Menjadi film panjangnya yang kedelapan, Villeneuve membawa tema klise dari sudut pandang yang berbeda. Ia tidak berfokus kepada alien sebagai entitas asing yang mengancam eksistensi penduduk asli, tapi menjadi karakter pendukung dalam plot yang sali.

Melalui sudut pandang Louise Banks (Amy Adams), seorang ahli multibahasa yang bekerja sebagai dosen, film ini bermula. Bersama dengan Ian Donnelly (Jeremy Renner), seorang ilmuwan, keduanya menjadi pasangan akademisi yang menapaki interaksi pertama antara manusia dengan makhluk luar angkasa. Makhluk luar angkasa yang dari hasil interaksi ternyata memiliki julukan heptapods, hadir dengan kapal berbentuk oval yang mengapung di wilayah Montana, Amerika Serikat – satu dari dua belas kapal alien yang memasuki atmosfer bumi. Keduanya hadir untuk membantu menjawab pertanyaan tentang intensi yang melandasi: invasi atau sekedar relaksasi.

Film ini menjadi layak dikategorikan spesial karena disajikan dalam kerangka metanarasi. Villeneuve mengisahkan ketidaklinieran dari penggunaan suatu jenis bahasa – yang tidak mengenal masa lalu dan masa depan dalam strukturnya – dan dinarasikan dalam alur yang non linier pula. Ketidaklinieran yang dilambangkan dalam simbol semantik yang berbentuk lingkaran. Seperti gaya bertutur Villeneuve di film ini yang mengawali dengan akhir dan mengakhirinya dengan awal. Namun, penyimak tidak dibekali informasi tersebut sedari awal. Dalam hal ini, posisi penyimak setara dengan Louise Banks yang kerap ayal dalam khayal dan melantur dalam menanggapi episode-episode memori yang hinggap di sela-sela tidurnya.

Ia yang menjadi tokoh sentral dalam film ini, betul-betul diberikan ruang ekspresi yang menjadi cerminan para penyimak untuk melakukan interpretasi. Ini ditandai dengan seringkalinya reaction shot dilakukan dengan posisi kamera yang still; saat pertama kali menyimak saluran berita, atau saat pertama kali melihat tentakel heptapods yang menempel di (semacam) kaca pembatas interaksi. Sudut pandangnya juga didukung dari segi tata suara, seperti adegan di helikopter saat suara Ian yang tidak terdengar oleh Louise sebelum ia mengenakan headphone.

Villeneuve, menekankan sudut pandang Louise ini dalam rangka mewujudkan sisi emosional yang terasa personal, apalagi dalam kaitannya dengan perannya sebagai seorang ibu. Sedari awal, Villeneuve meletakkan hubungan yang sentimentil antara ibu yang kehilangan anak bukan sebagai penentu awal nuansa film ke depan, akan tetapi menjadi sebuah ‘pemanasan’. Pemanasan dari situasi yang lebih menyedihkan dari seorang ibu yang ditinggal mati lebih dulu oleh anaknya.

Di luar tema yang jelas berbeda, Arrival mengingatkan saya dengan film Villeneuve sebelumnya, yakni Incendies. Keduanya sama-sama mengisahkan tentang dilema seorang ibu dan hubungannya dengan anaknya masing-masing. Hanya saja, perspektifnya berbeda. Lain dengan Arrival, Incendies mengedepankan sudut pandang sang anak – meski sesekali disisipi sudut pandang sang ibu. Satu lagi, keduanya menggunakan istilah matematis dalam menandai salah satu titik balik dalam film masing-masing.

Di kedua film tersebut, Villeneuve mampu menggiring penonton dengan ciri khasnya yang selalu menyertakan akhiran yang menakjubkan – entah itu dengan elegan atau dengan efek kejutan. Ia dengan cakap dan terampil mampu menggiring penyimak filmnya dengan narasi yang mengalir – meski strukturnya tidak linier – dan membawa ke dalam arus narasinya yang kompleks namun sederhana, tetap meninggalkan ruang untuk sesekali memegap dugaan dalam plot dan subplotnya, namun tetap tercekat dengan akhir yang memelintir.

Sebagai film yang menyeluruh, Arrival juga melemparkan preposisi satire dengan latar geopolitik kontemporer bahwa persatuan memungkinkan untuk bisa tercapai. Baik itu dalam bentuk yang sintetis dengan ditunjang hadirnya ancaman atau keberadaan musuh bersama, atau dalam bentuk yang organis melalui hadirnya bahasa pemersatu, bahasa universal.

Arrival (2016) | Sutradara: Denis Villeneuve | Durasi: 116 Menit | Pemeran: Amy Adams, Jeremy Renner, Forest Whitaker, Michael Stuhlbarg, Mark O’Brien, Tzi Ma

Rating4,5stars

Advertisements

2 thoughts on “Arrival: Iba seorang Ibu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s