Gozaresh (The Report): Drama Domestik Penuh Konflik

gozaresh1

Menjadi film pertamanya yang bukan bagian dari produksi bersama Kanoon, Gozaresh menyorot persoalan rumah tangga yang dialami oleh pasangan kelas menengah moderat di Iran. Drama domestik yang semarak dengan situasi zaman, kendati tidak dipoles dengan alur yang meyakinkan.

Mamad (Kurosh Afsharpanah), adalah seorang petugas pajak sekaligus suami yang tidak setia bagi Shoreh (Shohreh Aghdashloo). Kondisi rumah tangga yang cenderung tidak stabil berkat kecurigaan sang istri akan kehidupan malam Mamad, membuat keduanya sering berselisih. Persoalan eksternal seperti tuduhan kepada Mamad akan penerimaan suap, ultimatum sewa apertemen yang kian mendekat, menambah tekanan bagi keduanya. Tekanan bertubi-tubi yang menumpuk seakan menunggu momentum untuk bereksplosi. Dan itu terjadi.

gozaresh2

Meski berpusat pada dua tokoh sentral tersebut, namun dalam film ini secara tersirat Kiarostami berupaya menangkap dinamika sosial masyarakat akan gejolak sosial politik Iran yang kala itu sedang berada dalam ambang Revolusi. Perbedaan itu dicoba dipapatkan dalam skala rumah tangga, utamanya, dan kemudian juga melalui sampel yang terelaborasi dalam dialog di kedai minum. Ini menjadi salah satu kekurangan ia dalam film ini, karena justru berhasil menampakkannya di taraf marjinal, tidak terlalu kental dirasakan melalui kedua karakter sentral, sehingga terasa terputus jalannya cerita dengan sasaran isu yang dibawa. Keroposnya alur cerita juga terasa saat Mamad justru ‘berdamai’ dengan orang yang menuduhnya meminta sogokan, tapi tidak memberikan kelanjutan akan bagaimana nasibnya dengan pekerjaannya.

Biar begitu, dialog yang ia pilih dalam diskusi antarlima karakter dalam kedai minum tersebut mampu menghubungkan karakteristik masing-masing individu dengan situasi menjelang Revolusi. Seorang pemilik kedai yang enggan pensiun karena ponakan yang akan meneruskan bisnisnya berencana menutup kedai tiap hari Jumat, seorang paman yang paham agama kendati kerap minum vodka, hingga seorang pengusaha yang berpeluang kaya namun tanggal karena alasan agama. Di kedua tokoh utama pun demikian. Pasangan yang cenderung moderat  tersebut (dilambangkan makan dengan tangan kiri) menunjukkan respon yang berbeda saat menghadapi persoalan,

Kendati dibangun dengan premis yang keropos, dramatisasi yang dilancarkan dalam Gozaresh sangat terasa natural terutama kala konflik terpantik. Ditambah dengan kehadiran si anak yang masih berusia balita namun porsinya sebagai penyokong sangatlah menunjang mengalirnya alur cerita. Bahkan tidak ada satupun kontribusi dialog si anak yang mengganggu jalannya film. Ini menjadi nilai tambah Kiarostami di sini, karena tidak mudah melibatkan anak kecil yang masih polos dan menjadikannya integral dalam cerita tanpa mengorbankan hal-hal yang sifatnya substansial.

Gozaresh (The Report) (1977) | Sutradara: Abbas Kiarostami | Durasi: 112 Menit | Pemeran: Shohreh Aghdashloo, Kurosh Afsharpanah, Mehdi Montazar, Mostafa Tari, Hashem Arkan

Rating: 3stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s