Swiss Army Man: Menemukan Hati dari yang Telah Mati

swiss-army-man-1

Swiss Army Man adalah salah satu film tahun ini yang kemunculannya saya nantikan. Premis yang menarik dan menjanjikan kejenakaan menjadi satu dari sekian alasan. Premis yang diusung oleh film ini tentu akan langsung mengingatkan kita akan Cast Away – terutama versi yang dibintangi Tom Hanks. Film ini adalah jawaban akan pertanyaan tentang bagaimana apabila film tersebut dirotasi menjadi komedi.

Film ini dibuka dengan penggambaran keputusasaan karakter Hank Thompson (Paul Dano) yang terdampar di suatu pulau karang terpencil di kawasan Pasifik. Ia yang telah dipenghujung asa, dengan tali yang telah terkalung, mendadak urung saat menjumpai sesosok jasad yang terapung (Daniel Radcliffe). Tentu sesuai yang dinyana, jasad itu adalah si sosok manusia – tak bernyawa yang – serbaguna. Tapi yang patut ditanya, bagaimana kedua karakter kemudian bisa bertukar kata?

Menyahut Kentut

Seperti sifat multifungsi yang dimiliki swiss army knife, seperti itu pula potensi yang diketemukan dalam diri jasad tadi. Jasad yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Manny – entah memang nama sebelum ia mati atau sebuah kelakar yang berarti orang-orangan – tersebut lantas mampu mengadaptasi tubuhnya menjadi berbagai macam fungsi perkakas. Mulai dari geretan api, botol air, senjata, hingga jetski. Jetski bertenaga kentut yang kemudian dikendarai oleh Hank untuk menyelamatkan diri dari pulau tadi. Sebuah guyon yang sangat jenaka, meski tak sekonyol cara ia dalam menunjukkan arah destinasi.

Jalinan perkawanan keduanya seperti burung jalak dengan kerbau, contoh klasik simbiosis mutualisme. Sebagai “imbalan” bagi Manny yang kerap – tanpa sengaja – menyediakan solusi fisik, Hank membantunya mengingat rasa di masa kehidupan – selain Jurassic Park. Mulai dari yang skalanya besar seperti arti kehidupan, sepele namun signifikan yakni filosofi ekskresi, pop kultur ‘netflix and chill’, serta cerita personal Hank terkait rancap. Hingga keduanya menjadikan Sarah Johnson (Mary Elizabeth Winstead) sebagai tujuan dan alasan pulang.

Solidnya cerita dan penyampaian selama 98 menit ini sangat terkomplemen oleh desain produksi dan musik latarnya. Karakter Manny tidak akan sempurna tanpa keberadaan dummy salinan anatomi Daniel Radcliffe yang sama persis. Pun, musik latarnya yang eksentrik dengan membuat akapela kedua karakter utama sebagai pemantik, menjadikan bawaan suasana film menjadi kian menarik. Ini semua disempurnakan dengan pemilihan dua pemeran utama yang sangat kohesif. Paul Dano yang dengan ironis sanggup menyandingkan kejenakaan gestur dengan parasnya yang pilu, padu dengan kepolosan dan keceplas-ceplosan Daniel Radcliffe yang dominan melayuh.

swiss-army-man-2

Perwujudan Daniel Radcliffe dalam karakter Manny yang ekstrem ajaib tersebut, cukup untuk membuat curiga hingga menduga-duga apakah sosoknya nyata atau sekedar fragmen imajinasi hasil manipulasi seorang penyendiri yang mengecutkan diri terhadap dirinya sendiri. Ini alasan yang beralaskan plot yang mirip dengan Ruby Sparks, yang dibintangi pula oleh Paul Dano dan kekasihnya di dunia nyata, Zoe Kazan. Di sisi lain, meski bumbu komedi sangatlah dominan, film yang ditulis dan diarahkan Daniel Scheinert dan Daniel Kwan ini secara elegan mampu menyinggungkan dua garis karakter yang berbeda faal dan kehendak. Hidup dan mati. Ingin mati dan ingin hidup. Sekilas, ini mengingatkan saya akan Harold and Maude, dimana dua tokoh utama dengan intensi yang berkebalikan, belajar menghargai dan mensyukuri kondisi yang dimiliki.

Seperti ekspresi yang ditunjukkan para karakter di akhir, ada rasa senang, janggal, kesima, heran, hingga tersentuh yang hinggap selama menonton film ini. Kombinasi yang ganjil untuk diketemukan dalam sebuah film. Meski tak seganjil menemukan jasad serbaguna di damparan pantai.

Rating: 4stars

Swiss Army Man (2016) | Sutradara: Daniel Scheinert dan Daniel Kwan | Durasi: 98 Menit | Pemeran: Paul Dano, Daniel Radcliffe, Mary Elizabeth Winstead

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s