Spotlight: Menyorot Sistem yang Rosot

vlcsnap-error712

Lebih pahit mana: kebenaran yang diungkap, atau fakta pekat tak kunjung tersingkap? Tentu lebih pahit apabila kebenaran yang diungkap itu adalah singkapan atas pekatnya fakta tadi. Apalagi jika fakta tersebut hanyalah bongkahan kecil di puncak gunung es yang eksistensinya ditutup-tutupi bak sebuah aib. Kecuali memang itu sebuah aib.

Diadaptasi dari kisah nyata, sekelompok jurnalis harian The Boston Globe yang tergabung dalam tim peliputan rubrik bernama Spotlight, mengambil opsi terpahit itu. Bos baru mereka, Marty Baron (Liev Schreiber), mengusulkan mereka untuk mengusut skandal terselubung yang melibatkan para padri dan institusi gereja di kota mereka. Usul yang sempat disangsikan oleh pimpinan tim, Walter ‘Robby’ Robinson (Michael Keaton), namun tetap dijalani bersama anggotanya: Mike Rezendes (Mark Ruffalo), Sacha Pfeiffer (Rachel McAdams), dan Matt Carroll (Brian d’Arcy James). Keempatnya sadar, hasil investigasi mereka kali ini akan mencengangkan bagi pembaca mereka yang lebih dari separuhnya berkeyakinan Katolik.

Menguak Tabir Segelintir Anasir

Meskipun masih remang, namun sejak awal film dimulai penggambaran akan pengaruh menyeluruh gereja telah dikedepankan. Mulai dari eksistensinya sebagai institusi, hingga jangkauan pengaruhnya yang mencakup aspek litigasi. Tom McCarthy selaku sutradara, pun turut serta menampilkannya dalam sisi sinematografi. Pilihan-pilihan sudut pembingkaiannya kerap menunjukkan dekatnya bangunan gereja dengan tempat tinggal masyarakat di kota Boston.

Fokus inti dari film ini memang pada alur investigasi skandal yang hendak disibak, kendati masih cukup diimbangi akan sisi emosional personal yang menghinggapi para jurnalis tersebut. Seperti kala Matt yang menemukan salah satu padri ternyata bertempat tinggal tak jauh dari tempatnya bersemayam, ataupun dilema yang dialami Sacha mengetahui neneknya adalah seorang jamaah katolik yang taat. Tentunya di luar curahan isi batin yang selama ini didekam oleh masing-masing korban para padri. Para, karena jumlahnya yang tak ternyana.

Satu isu besar nan klasik yang diajukan Spotlight adalah: siapa yang salah, sistem atau oknum? Gereja sebagai institusi menoleransi, bahkan melakukan proteksi – melalui mutasi dan, tak jarang, promosi – para padri yang ketahuan melakukan tindakan bejat. Berawal dari segelintir padri yang melakukan kesalahan dan ditoleransi, yang lama kelamaan dipakani proteksi, hingga akhirnya terpatri dan tersistematisasi. Di sinilah tim Spotlight menunjukkan betapa pentingnya dikotomi antara fakta dengan kebenaran.

Fenomena skandal hasil kuakan mereka adalah fakta. Fakta yang pahit, yang banyak masyarakat Boston – meskipun tidak sedikit pula yang sudah tahu – mesti telan pelan-pelan. Penguakan yang dilakukan oleh tim Spotlight – tanpa justifikasi – adalah kebenaran. Adalah sebuah keniscayaan bagi mereka untuk menerimanya, sekalipun itu lebih pahit dari fakta. Karena yang tertangkap fakta belum tentu merupakan sebuah kebenaran, sedang kebenaran suatu saat akan tegak menjadi realita.

Rating: 4stars

Spotlight (2015) | Sutradara: Tom McCarthy | Durasi: 129 Menit | Pemeran: Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, Liev Schreiber, John Slattery, Brian d’Arcy James, Stanley Tucci

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s